Pemberdayaan Komunitas Seni Tari untuk Pelestarian Budaya dan Peningkatan Keterampilan Seni 1. Latar Belakang Seni tari merupakan warisan budaya yang kaya di Indonesia, namun saat ini menghadapi tantangan seperti kurangnya perhatian masyarakat dan minimnya fasilitas pendukung. Pemberdayaan komunitas seni tari penting untuk melestarikan tradisi serta meningkatkan keterampilan seniman agar dapat bersaing di era modern. Sejarah seni tari di Indonesia dapat ditelusuri kembali ke era prasejarah, di mana tari digunakan sebagai sarana komunikasi dan ekspresi dalam upacara keagamaan serta ritual-ritual adat. Pada masa itu, gerakan tari sering kali menggambarkan mitos dan cerita yang diyakini masyarakat. Dengan masuknya pengaruh kebudayaan India pada masa kerajaan Hindu-Buddha, seni tari mengalami perkembangan yang pesat. Tarian-tarian seperti legong, kecak, dan barong dari Bali menjadi simbol dari kekayaan seni tari Indonesia yang terkenal hingga saat ini. 2. Rumusan Masalah 1...
Tulisan ini memuat pedoman pengamatan dan wawancara tentang peternakan ayam terhadap lingkungan sekitar. Pedoman pengamatan dan wawancara merupakan alat dan atau instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan informasi. Adapun peternakan ayam adalah kegiatan mengembangbiakkan dan pemeliharaan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Melalui pedoman ini diharapkan dapat digunakan untuk mengumpulkan berbagai indikator informasi yang nantinya menjadi bahan untuk diolah menjadi data, dan dianalisis untuk mendapatkan kecenderungan-kecenderungan model peternakan ayam, termasuk dampak dari peternakan ayam. Bagaimana peternakan ayamnya, apa dampak dari keberadaan peternakan ayam tersebut, bagaimana proses pencemaran terjadi, apa saja yang tercemar, bagaimana dampak dan solusinya, serta seberapa tindak lanjut dan keberlanjutannya, merupakan beberapa hal yang menjadi fokus dalam pedoman pengamatan dan wawancara peternakan ayam. Pedoman ini terdiri dari tiga bagian. P...
"Tanah Aluvial Jakenan: Antara Berkah Pertanian dan Tantangan Banjir" Oleh: Shireen Widya Rakasari Jakenan, Pati - Hamparan sawah menghijau mendominasi lanskap Jakenan, sebuah kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kesuburan tanah aluvial, hasil endapan dan pelapukan batuan, menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakatnya. Namun, di balik berkah pertanian ini, tersimpan tantangan yang tak kalah besar: banjir. Sebagai seorang pelajar SMA Negeri 1 Jakenan yang tumbuh besar di tengah dinamika ini, saya tergerak untuk meneliti lebih dalam bagaimana karakteristik lapisan tanah memengaruhi kehidupan masyarakat di sini. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa lapisan tanah di Jakenan didominasi oleh lapisan B (subsoil) dan C (regolith). Tanah berwarna kuning kecoklatan ini cenderung padat, kurang subur, dan minim pori. Kondisi ini serupa dengan temuan penelitian oleh Dr. Eko Handoyo dari Universitas Diponegoro (Undip) yang meneliti karakteristik tanah a...